Home
Inbox - Email Pembaca
Tampilkan postingan dengan label Inbox - Email Pembaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inbox - Email Pembaca. Tampilkan semua postingan
Inbox: Cahaya aneh misterius terlihat di Jabodetabek - Penjelasan
Pada tanggal 14 Juli 2011, banyak orang di wilayah Jabodetabek melihat cahaya aneh berwarna oranye terang. Termasuk dua orang pembaca enigma yang telah mengirim foto-foto hasil jepretan mereka. Pada postingan ini, kita juga akan mencoba mengidentifikasi identitas objek misterius tersebut.
Berikut foto-foto yang dikirim oleh Ekie (apaajacampur.blogspot.com) yang diambil dari Bekasi.



Dan berikut foto-foto dari Togoe PS yang diambil dari wilayah Brawijaya, Jakarta.

Penampakan tersebut dilihat oleh banyak orang di wilayah Jabodetabek sehingga sempat diberitakan oleh beberapa media. Salah seorang user youtube juga mengupload video penampakan tersebut seperti yang bisa kalian saksikan di bawah ini:
Nah, sekarang, apakah identitas objek yang terlihat pada foto-foto dan rekaman tersebut? Apakah meteor?
Saya sendiri pernah menyaksikan jejak-jejak seperti itu beberapa kali. Kadang terlihat bercahaya terang, kadang tidak. Kadang terlihat horizontal dan kadang terlihat vertikal. Pada foto-foto di atas, jejak api terlihat seperti menurun (jatuh) sehingga kita akan segera menyimpulkan kalau kita sedang melihat sebuah objek angkasa yang jatuh seperti sampah angkasa ataupun meteorit.
Namun, sebenarnya tidak harus demikian.
Ketika Prof.Thomas Jamaluddin dari LAPAN ditanya oleh wartawan Vivanews mengenai identitas objek ini, ia berkata kalau jejak itu adalah "Jejak kondensasi dari pesawat tempur yang memunculkan asap putih".
Dalam hal ini, saya setuju 100 persen dengan Prof.Djamaluddin, walaupun menurut saya jejak kondensasi tersebut tidak harus berasal dari pesawat tempur. Pesawat komersil pun sering menghasilkan jejak semacam itu.
Bukti lain kalau jejak itu ditimbulkan oleh pesawat terlihat pada dua foto yang dikirim oleh Ekie di atas. Jejak tersebut terlihat seperti berbelok dan tidak bergerak dalam arah yang lurus. Ini adalah bukti lain kalau jejak tersebut tercipta oleh sebuah pesawat, bukan meteor, karena meteor tidak bisa mengubah arah pergerakannya.
Pesawat yang menciptakan jejak kondensasi tersebut tidak terlihat karena posisinya yang cukup jauh dan kualitas kamera yang digunakan tidak memadai.
Istilah yang lebih populer untuk jejak kondensasi tersebut adalah contrail. Ketika gas buangan yang panas dari pesawat menjadi dingin, butiran es atau butiran kristal mikroskopis akan tercipta. Ini menyebabkan jejak gas buangan tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang.
Contoh contrail bisa terlihat pada foto di bawah ini.
Pesawat jenis yang berbeda bisa menghasilkan contrail yang berbeda pula. Tidak harus berupa empat jalur seperti pada foto di atas. Beberapa jenis pesawat bisa menciptakan contrail yang panjang, sedangkan yang lainnya menghasilkan contrail yang pendek (Short Contrail). Dalam kasus penampakan 14 Juli, contrail yang dihasilkan adalah contrail pendek.
Selanjutnya, pasti akan ada dua pertanyaan yang pasti akan muncul di dalam benak kalian.
Pertanyaan pertama adalah: Mengapa jejak yang muncul pada tanggal 14 Juli terlihat seperti jejak api?
Dan pertanyaan kedua adalah: Mengapa jejak itu terlihat seperti sedang menuju ke bumi alias jatuh?
Saya akan menjawab pertanyaan pertama terlebih dahulu.
Jawaban atas pertanyaan pertama adalah karena iluminasi dari sinar matahari.
Seperti yang kita ketahui, jejak "api" misterius tersebut muncul pada sore hari. Pada foto yang dikirim oleh Ekie, terlihat pada time stamp kalau foto itu diambil pada pukul 17:57. Ini adalah saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat.
Pada jam-jam tersebut, matahari memang sudah mulai tenggelam. Namun cahayanya masih menyinari bagian langit yang lebih tinggi. Ketika sebuah pesawat lewat, contrail yang dihasilkannya akan terkena cahaya ini dan menyebabkannya berubah warna menjadi oranye terang seperti api.
Contohnya seperti pada foto di bawah ini.
Jadi, jejak yang terlihat seperti api itu sesungguhnya adalah jejak contrail yang terkena cahaya matahari.
Jika lain kali penampakan cahaya seperti ini kembali muncul, maka saya yakin saat itu adalah sore hari ketika matahari mulai terbenam.
Lalu, untuk pertanyaan kedua soal mengapa contrail itu terlihat mengarah ke bawah.
Jawaban atas pertanyaan ini adalah karena ilusi optik.
Jejak itu tidak sedang memperlihatkan sebuah pesawat atau meteor yang sedang jatuh.
Jejak itu sesungguhnya tercipta oleh sebuah pesawat yang terbang dengan normal. Ia terlihat mengarah ke bawah karena pesawat itu sedang terbang menuju (atau menjauhi) pemegang kamera.
Walaupun kedengaran agak sukar dipercaya, namun sebenarnya sangat bisa diterima oleh logika. Contrail itu selalu horizontal (karena pesawat terbang horizontal). Namun, posisi pesawat dan pengamat akan menentukan ilusi yang tercipta.
Lihat contoh foto-foto di bawah ini:
Pesawat dan contrail yang terlihat seperti sedang mengarah ke bumi
(Lihatlah betapa miripnya contrail ini dengan penampakan 14 Juli - hanya di foto ini kita bisa melihat dengan jelas pesawatnya)
Pesawat dan contrail yang terlihat seperti sedang naik terbang menuju angkasa. Terlihat seperti rudal.
Ini adalah contrail yang tercipta akibat pesawat yang bergerak sejajar dengan pemegang kamera, bukan jejak jatuhnya komet
Foto ini menunjukkan contrail di Jerman yang terlihat mirip meteor. Pesawat yang menciptakannya hanya terlihat samar-samar
Ini adalah contrail nyaris vertikal yang diciptakan Airbus A340-600. Sama seperti foto di atas, pesawat yang menciptakannya juga terlihat samar-samar
Ilusi optik semacam ini juga pernah menciptakan kehebohan belum lama ini. Jika kalian ingat, pada tanggal 8 November 2010, jejak contrail nyaris vertikal terlihat dari Los Angeles yang memicu spekulasi kalau ada rudal rahasia yang sedang diluncurkan.
Spekulasi ini muncul karena jejak tersebut mengarah ke atas sehingga sangat mirip seperti rudal yang baru saja diluncurkan.
Namun, akhirnya misteri ini dipecahkan oleh seorang blogger bernama Liem Bahneman yang menemukan kalau jejak itu sebenarnya ditimbulkan oleh pesawat komersil America West nomor penerbangan 808. Ia bahkan berhasil menemukan sebuah rekaman yang memperlihatkan kalau pesawat itu juga menghasilkan jejak yang sama 24 jam kemudian.
Foto di sebelah kanan adalah foto yang dikira rudal. Sedangkan foto yang disebelah kiri adalah contrail yang diciptakan oleh pesawat America West 24 jam kemudian
Begitulah ilusi optik. Bahkan ketika kita mengetahui penjelasannya, pikiran kita masih belum bisa menerimanya sepenuhnya.
Namun saya pribadi menganggap kasus ini sebagai kasus contrail biasa dan bukan sesuatu yang misterius.
By the way, penjelasan yang saya berikan hari ini juga saya tujukan sebagai alternatif untuk menjawab postingan inbox saya sebelumnya mengenai jejak vertikal di Cilegon dan Balikpapan.
Untuk informasi tambahan mengenai contrail, kalian bisa mengunjungi lifeonpearth.com dan contrailscience.com.
(wikipedia, foxnews.com)
Berikut foto-foto yang dikirim oleh Ekie (apaajacampur.blogspot.com) yang diambil dari Bekasi.



Dan berikut foto-foto dari Togoe PS yang diambil dari wilayah Brawijaya, Jakarta.

Penampakan tersebut dilihat oleh banyak orang di wilayah Jabodetabek sehingga sempat diberitakan oleh beberapa media. Salah seorang user youtube juga mengupload video penampakan tersebut seperti yang bisa kalian saksikan di bawah ini:Nah, sekarang, apakah identitas objek yang terlihat pada foto-foto dan rekaman tersebut? Apakah meteor?
Saya sendiri pernah menyaksikan jejak-jejak seperti itu beberapa kali. Kadang terlihat bercahaya terang, kadang tidak. Kadang terlihat horizontal dan kadang terlihat vertikal. Pada foto-foto di atas, jejak api terlihat seperti menurun (jatuh) sehingga kita akan segera menyimpulkan kalau kita sedang melihat sebuah objek angkasa yang jatuh seperti sampah angkasa ataupun meteorit.
Namun, sebenarnya tidak harus demikian.
Ketika Prof.Thomas Jamaluddin dari LAPAN ditanya oleh wartawan Vivanews mengenai identitas objek ini, ia berkata kalau jejak itu adalah "Jejak kondensasi dari pesawat tempur yang memunculkan asap putih".
Dalam hal ini, saya setuju 100 persen dengan Prof.Djamaluddin, walaupun menurut saya jejak kondensasi tersebut tidak harus berasal dari pesawat tempur. Pesawat komersil pun sering menghasilkan jejak semacam itu.
Bukti lain kalau jejak itu ditimbulkan oleh pesawat terlihat pada dua foto yang dikirim oleh Ekie di atas. Jejak tersebut terlihat seperti berbelok dan tidak bergerak dalam arah yang lurus. Ini adalah bukti lain kalau jejak tersebut tercipta oleh sebuah pesawat, bukan meteor, karena meteor tidak bisa mengubah arah pergerakannya.
Istilah yang lebih populer untuk jejak kondensasi tersebut adalah contrail. Ketika gas buangan yang panas dari pesawat menjadi dingin, butiran es atau butiran kristal mikroskopis akan tercipta. Ini menyebabkan jejak gas buangan tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang.
Contoh contrail bisa terlihat pada foto di bawah ini.
Selanjutnya, pasti akan ada dua pertanyaan yang pasti akan muncul di dalam benak kalian.
Pertanyaan pertama adalah: Mengapa jejak yang muncul pada tanggal 14 Juli terlihat seperti jejak api?
Dan pertanyaan kedua adalah: Mengapa jejak itu terlihat seperti sedang menuju ke bumi alias jatuh?
Saya akan menjawab pertanyaan pertama terlebih dahulu.
Jawaban atas pertanyaan pertama adalah karena iluminasi dari sinar matahari.
Seperti yang kita ketahui, jejak "api" misterius tersebut muncul pada sore hari. Pada foto yang dikirim oleh Ekie, terlihat pada time stamp kalau foto itu diambil pada pukul 17:57. Ini adalah saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat.
Pada jam-jam tersebut, matahari memang sudah mulai tenggelam. Namun cahayanya masih menyinari bagian langit yang lebih tinggi. Ketika sebuah pesawat lewat, contrail yang dihasilkannya akan terkena cahaya ini dan menyebabkannya berubah warna menjadi oranye terang seperti api.
Contohnya seperti pada foto di bawah ini.
Jadi, jejak yang terlihat seperti api itu sesungguhnya adalah jejak contrail yang terkena cahaya matahari.Jika lain kali penampakan cahaya seperti ini kembali muncul, maka saya yakin saat itu adalah sore hari ketika matahari mulai terbenam.
Lalu, untuk pertanyaan kedua soal mengapa contrail itu terlihat mengarah ke bawah.
Jawaban atas pertanyaan ini adalah karena ilusi optik.
Jejak itu tidak sedang memperlihatkan sebuah pesawat atau meteor yang sedang jatuh.
Jejak itu sesungguhnya tercipta oleh sebuah pesawat yang terbang dengan normal. Ia terlihat mengarah ke bawah karena pesawat itu sedang terbang menuju (atau menjauhi) pemegang kamera.
Walaupun kedengaran agak sukar dipercaya, namun sebenarnya sangat bisa diterima oleh logika. Contrail itu selalu horizontal (karena pesawat terbang horizontal). Namun, posisi pesawat dan pengamat akan menentukan ilusi yang tercipta.
Lihat contoh foto-foto di bawah ini:
Pesawat dan contrail yang terlihat seperti sedang mengarah ke bumi(Lihatlah betapa miripnya contrail ini dengan penampakan 14 Juli - hanya di foto ini kita bisa melihat dengan jelas pesawatnya)
Pesawat dan contrail yang terlihat seperti sedang naik terbang menuju angkasa. Terlihat seperti rudal.
Ini adalah contrail yang tercipta akibat pesawat yang bergerak sejajar dengan pemegang kamera, bukan jejak jatuhnya komet
Foto ini menunjukkan contrail di Jerman yang terlihat mirip meteor. Pesawat yang menciptakannya hanya terlihat samar-samar
Ini adalah contrail nyaris vertikal yang diciptakan Airbus A340-600. Sama seperti foto di atas, pesawat yang menciptakannya juga terlihat samar-samarIlusi optik semacam ini juga pernah menciptakan kehebohan belum lama ini. Jika kalian ingat, pada tanggal 8 November 2010, jejak contrail nyaris vertikal terlihat dari Los Angeles yang memicu spekulasi kalau ada rudal rahasia yang sedang diluncurkan.
Spekulasi ini muncul karena jejak tersebut mengarah ke atas sehingga sangat mirip seperti rudal yang baru saja diluncurkan.
Namun, akhirnya misteri ini dipecahkan oleh seorang blogger bernama Liem Bahneman yang menemukan kalau jejak itu sebenarnya ditimbulkan oleh pesawat komersil America West nomor penerbangan 808. Ia bahkan berhasil menemukan sebuah rekaman yang memperlihatkan kalau pesawat itu juga menghasilkan jejak yang sama 24 jam kemudian.
Foto di sebelah kanan adalah foto yang dikira rudal. Sedangkan foto yang disebelah kiri adalah contrail yang diciptakan oleh pesawat America West 24 jam kemudianBegitulah ilusi optik. Bahkan ketika kita mengetahui penjelasannya, pikiran kita masih belum bisa menerimanya sepenuhnya.
Namun saya pribadi menganggap kasus ini sebagai kasus contrail biasa dan bukan sesuatu yang misterius.
By the way, penjelasan yang saya berikan hari ini juga saya tujukan sebagai alternatif untuk menjawab postingan inbox saya sebelumnya mengenai jejak vertikal di Cilegon dan Balikpapan.
Untuk informasi tambahan mengenai contrail, kalian bisa mengunjungi lifeonpearth.com dan contrailscience.com.
(wikipedia, foxnews.com)
Inbox: Foto penampakan naga di langit Parangtritis?
Email di bawah ini dikirim oleh Dent Cust kepada enigma. Isinya mengenai penampakan objek yang mirip dengan badan ular di langit pantai Parangtritis.

Ini bukan pertama kalinya terjadi penampakan di langit yang diasosiasikan dengan ular atau naga. Mungkin yang paling baru adalah kehebohan yang tercipta setelah harian epochtimes memberitakan munculnya "seekor naga" di langit kota Jilin, Cina, seperti yang terlihat di foto berikut ini.
Ketika melihatnya, saya yakin kebanyakan dari kalian TIDAK akan melihat seekor naga. Kalian mungkin hanya mengidentifikasikannya sebagai sebuah formasi awan dan cahaya matahari.
Namun, saya tidak akan heran jika masyarakat Cina menganggapnya sebagai penampakan seekor naga. Soalnya, kebudayaan atau kepercayaan seseorang akan sangat mempengaruhi cara mereka menilai sesuatu. Karena naga adalah makhluk mitologi yang sangat dihormati di Cina, maka formasi-formasi awan itu akan terlihat seperti naga bagi mereka.
Dalam kasus foto di pantai Parangtritis, hal yang sama juga terjadi. Pada saat itu terjadi upacara keagamaan. Lalu lokasi penampakannya adalah di pantai Parangtritis yang memiliki legenda dan kepercayaan yang sangat kuat mengenai Nyi Roro Kidul yang disebut memiliki tunggangan seekor naga. Dengan kondisi yang mendukung seperti ini, tidak heran kalau objek itu dianggap sebagai seekor naga.
Hal yang sama juga pernah terjadi ketika awan panas Merapi terlihat membentuk kepala Petruk.
Jika foto itu diambil di atas kota Jakarta, dan bukan di Parangtritis, mungkin ia akan dinilai secara berbeda. Demikian juga bagi kalian yang tidak mengadopsi kepercayaan mengenai Nyi Roro Kidul. Mungkin kalian hanya akan melihatnya sebagai sebuah formasi awan yang unik.
Jika foto itu bukan foto naga tunggangan Nyi Roro Kidul, lalu foto apakah itu?
Awan?
Kalau itu awan, pernahkah kalian melihat formasi awan berbentuk tabung yang seindah itu?
Belum pernah?
Saya juga belum pernah. Tetapi, sebenarnya ada jenis awan yang mirip dengan apa yang terlihat di foto itu, yaitu awan Morning Glory.
Awan morning glory adalah sebuah fenomena alam yang sangat langka. Ia pernah terlihat di banyak lokasi berbeda di seluruh dunia, namun hanya di bagian utara teluk Carpentaria di Australia dimana awan jenis ini dapat diprediksi dan diobservasi.

Awan morning glory memiliki bentuk seperti gulungan/tabung yang panjangnya bisa mencapai hingga 1.000 kilometer dengan ketinggian 1 hingga 2 kilometer. Bahkan, kadang ia bisa berada pada ketinggian hanya sekitar 100 hingga 200 meter dari permukaan bumi. Awan ini juga bergerak dengan kecepatan sekitar 60 kilometer perjam.
Umumnya formasinya hanya terdiri dari satu awan, namun, kadang bisa mencapai hingga delapan gulungan awan.

Walaupun fenomena awan ini biasa terjadi setiap tahun di teluk Carpentaria, para ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti bagaimana awan indah ini bisa terbentuk. Sebagian percaya kalau awan ini mungkin terbentuk akibat tiupan angin laut dari barat yang lebih kuat dan hangat dibandingkan angin timur. Ketika angin barat ini menggulung angin timur, terbentuklah awan Morning Glory.
Lalu, pertanyaannya, apakah yang terlihat di foto Parangtritis itu adalah formasi awan Morning Glory?
Saya tidak bisa memastikannya. Soalnya foto itu tidak memiliki patokan landscape darat yang membuat kita sulit untuk melihat ketinggiannya.
Tetapi jika kalian menanyakan pendapat saya, maka menurut saya, kalaupun itu bukan awan morning glory, saya percaya apa yang terlihat di foto itu hanyalah formasi awan biasa yang kebetulan terlihat seperti badan ular (karena efek pareidolia), bukan penampakan seekor ular naga.
Formasi awan-awan yang kebetulan terlihat seperti seekor makhluk adalah hal yang biasa terjadi, walaupun cukup langka. Coba lihat foto-foto di bawah ini, apakah mirip dengan ular?



Sebenarnya misteri foto Parangtritis dan foto naga Jilin bisa terpecahkan dengan mudah jika para saksi juga memberikan informasi mengenai lama penampakan dan bagaimana citra itu menghilang. Jika kedua "naga" yang ada di foto Parangtritis atau Jilin menghilang perlahan-lahan dengan berubah menjadi bentuk yang tidak teratur, maka bisa dipastikan kalau kedua "naga" itu sesungguhnya hanyalah formasi awan biasa.
Namun jika kedua "naga" tersebut bergerak seperti ular, maka mungkin itu memang naga yang sesungguhnya.
Selain itu, dalam kasus foto Parangtritis, sang pemotret seharusnya juga mengambil foto lain yang memperlihatkan ujung "naga" tersebut. Jika tidak, maka foto ini bisa dengan mudah dianggap memenuhi unsur rekayasa photoshop (warna "naga" yang berbeda dari warna sekitarnya cukup menarik).
Namun, paling tidak, kalaupun objek itu bukan rekayasa dan memang awan, maka kita pun bisa menyebutnya sebagai sebuah "mukjizat" karena muncul pada lokasi dan waktu yang tepat.
Sekali lagi, saya tidak akan memutuskan untuk kalian apa yang harus kalian percayai karena mungkin kita memiliki budaya dan kepercayaan yang berbeda.
Nah, sebelum saya mengakhiri tulisan ini, mari kita bermain-main dengan pareidolia. Saya ingin menunjukkan sebuah foto kepada kalian. Ini dia:

Bisakah kalian memberitahukan kepada saya apa yang kalian lihat?
(wondermondo.com, theepochtimes.com)
Salam sejahtera...
Saya mendapat kiriman foto di account FB. Foto ini sangat menarik dan diasumsikan sebagai penampakan naga tunggangan nyi Roro Kidul karena kebetulan foto ini diambil di pantai Parangtritis, Jogja, dan bertepatan dengan sebuah acara spiritual keagamaan.

Meski begitu, saya ragu setelah sering baca berita aneh-aneh di enigma. Untuk itu saya mohon bantuan anda untuk memecahkan misteri alam ini. Foto ini diambil pada tanggal 22 juli 2010 dan belum diedit. Terimakasih untuk bantuannya.Di bawah ini adalah foto yang telah saya atur kontrasnya:
Ini bukan pertama kalinya terjadi penampakan di langit yang diasosiasikan dengan ular atau naga. Mungkin yang paling baru adalah kehebohan yang tercipta setelah harian epochtimes memberitakan munculnya "seekor naga" di langit kota Jilin, Cina, seperti yang terlihat di foto berikut ini.
Ketika melihatnya, saya yakin kebanyakan dari kalian TIDAK akan melihat seekor naga. Kalian mungkin hanya mengidentifikasikannya sebagai sebuah formasi awan dan cahaya matahari.Namun, saya tidak akan heran jika masyarakat Cina menganggapnya sebagai penampakan seekor naga. Soalnya, kebudayaan atau kepercayaan seseorang akan sangat mempengaruhi cara mereka menilai sesuatu. Karena naga adalah makhluk mitologi yang sangat dihormati di Cina, maka formasi-formasi awan itu akan terlihat seperti naga bagi mereka.
Dalam kasus foto di pantai Parangtritis, hal yang sama juga terjadi. Pada saat itu terjadi upacara keagamaan. Lalu lokasi penampakannya adalah di pantai Parangtritis yang memiliki legenda dan kepercayaan yang sangat kuat mengenai Nyi Roro Kidul yang disebut memiliki tunggangan seekor naga. Dengan kondisi yang mendukung seperti ini, tidak heran kalau objek itu dianggap sebagai seekor naga.
Hal yang sama juga pernah terjadi ketika awan panas Merapi terlihat membentuk kepala Petruk.
Jika foto itu diambil di atas kota Jakarta, dan bukan di Parangtritis, mungkin ia akan dinilai secara berbeda. Demikian juga bagi kalian yang tidak mengadopsi kepercayaan mengenai Nyi Roro Kidul. Mungkin kalian hanya akan melihatnya sebagai sebuah formasi awan yang unik.
Jika foto itu bukan foto naga tunggangan Nyi Roro Kidul, lalu foto apakah itu?
Awan?
Kalau itu awan, pernahkah kalian melihat formasi awan berbentuk tabung yang seindah itu?
Belum pernah?
Saya juga belum pernah. Tetapi, sebenarnya ada jenis awan yang mirip dengan apa yang terlihat di foto itu, yaitu awan Morning Glory.
Awan morning glory adalah sebuah fenomena alam yang sangat langka. Ia pernah terlihat di banyak lokasi berbeda di seluruh dunia, namun hanya di bagian utara teluk Carpentaria di Australia dimana awan jenis ini dapat diprediksi dan diobservasi.

Awan morning glory memiliki bentuk seperti gulungan/tabung yang panjangnya bisa mencapai hingga 1.000 kilometer dengan ketinggian 1 hingga 2 kilometer. Bahkan, kadang ia bisa berada pada ketinggian hanya sekitar 100 hingga 200 meter dari permukaan bumi. Awan ini juga bergerak dengan kecepatan sekitar 60 kilometer perjam.
Umumnya formasinya hanya terdiri dari satu awan, namun, kadang bisa mencapai hingga delapan gulungan awan.

Walaupun fenomena awan ini biasa terjadi setiap tahun di teluk Carpentaria, para ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti bagaimana awan indah ini bisa terbentuk. Sebagian percaya kalau awan ini mungkin terbentuk akibat tiupan angin laut dari barat yang lebih kuat dan hangat dibandingkan angin timur. Ketika angin barat ini menggulung angin timur, terbentuklah awan Morning Glory.
Lalu, pertanyaannya, apakah yang terlihat di foto Parangtritis itu adalah formasi awan Morning Glory?
Saya tidak bisa memastikannya. Soalnya foto itu tidak memiliki patokan landscape darat yang membuat kita sulit untuk melihat ketinggiannya.
Tetapi jika kalian menanyakan pendapat saya, maka menurut saya, kalaupun itu bukan awan morning glory, saya percaya apa yang terlihat di foto itu hanyalah formasi awan biasa yang kebetulan terlihat seperti badan ular (karena efek pareidolia), bukan penampakan seekor ular naga.
Formasi awan-awan yang kebetulan terlihat seperti seekor makhluk adalah hal yang biasa terjadi, walaupun cukup langka. Coba lihat foto-foto di bawah ini, apakah mirip dengan ular?


Sebenarnya misteri foto Parangtritis dan foto naga Jilin bisa terpecahkan dengan mudah jika para saksi juga memberikan informasi mengenai lama penampakan dan bagaimana citra itu menghilang. Jika kedua "naga" yang ada di foto Parangtritis atau Jilin menghilang perlahan-lahan dengan berubah menjadi bentuk yang tidak teratur, maka bisa dipastikan kalau kedua "naga" itu sesungguhnya hanyalah formasi awan biasa.
Namun jika kedua "naga" tersebut bergerak seperti ular, maka mungkin itu memang naga yang sesungguhnya.
Selain itu, dalam kasus foto Parangtritis, sang pemotret seharusnya juga mengambil foto lain yang memperlihatkan ujung "naga" tersebut. Jika tidak, maka foto ini bisa dengan mudah dianggap memenuhi unsur rekayasa photoshop (warna "naga" yang berbeda dari warna sekitarnya cukup menarik).
Namun, paling tidak, kalaupun objek itu bukan rekayasa dan memang awan, maka kita pun bisa menyebutnya sebagai sebuah "mukjizat" karena muncul pada lokasi dan waktu yang tepat.
Sekali lagi, saya tidak akan memutuskan untuk kalian apa yang harus kalian percayai karena mungkin kita memiliki budaya dan kepercayaan yang berbeda.
Nah, sebelum saya mengakhiri tulisan ini, mari kita bermain-main dengan pareidolia. Saya ingin menunjukkan sebuah foto kepada kalian. Ini dia:

Bisakah kalian memberitahukan kepada saya apa yang kalian lihat?
(wondermondo.com, theepochtimes.com)
Inbox: Objek-objek misterius tertangkap kamera di langit mendung Jakarta
Email di bawah ini datang dari Lia kepada blog enigma. Isinya mengenai objek-objek misterius yang tertangkap kamera di atas langit wilayah Jakarta.
Pada hari Jumat tanggal 22 oktober 2010, sekitar pukul 5 sore, Langit Jakarta terlihat gelap, memperlihatkan kalau sebentar lagi awan akan memuntahkan hujan yang sangat lebat. Saat itulah objek-objek misterius itu terlihat.
Ini bunyi emailnya:



.JPG)
Bisa jadi objek-objek hitam tersebut sampah (seperti kantong plastik) yang terbawa angin. Namun, jika melihat pada ukuran objek tersebut dibandingkan dengan jarak pemotretan, maka sampah itu pastilah berukuran sangat besar sehingga membuatnya menjadi lebih tidak mungkin.
Lalu, bisa jadi objek-objek tersebut adalah balon yang beraneka bentuk. Jawaban ini cukup masuk akal. Kemungkinan lainnya adalah, objek tersebut adalah potongan awan hitam yang terbang. Namun, untuk yang satu ini, saya tidak bisa memastikannya.
Akan tetapi, ketika saya melihat objek itu (yang bagi saya terlihat seperti jamur atau ubur-ubur), saya segera teringat dengan postingan saya sebelumnya mengenai fenomena UFO Viborg. Di postingan itu, saya menulis mengenai objek seperti awan berbentuk ubur-ubur yang dipotret di Denmark pada tahun 1974.
Belakangan, diketahui kalau objek tersebut ternyata tercipta akibat pelepasan uap air dari sebuah pabrik.

Mungkinkah objek yang dipotret oleh Lia terbentuk dari pelepasan uap air?
Lokasi pemotretan objek tersebut, yaitu kuningan, Jakarta, adalah lokasi perkantoran yang dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi. Bisa saja, salah satu gedung tersebut memiliki instalasi yang melepaskan uap air ke angkasa sehingga membentuk objek-objek misterius tersebut. Tetapi sekali lagi, ini hanya sebuah teori yang tidak bisa saya buktikan.
Paling tidak, kita juga bisa menyebut objek-objek tersebut sebagai unidentified flying object.
Baca juga: Misteri fenomena ufo viborg.
Komentar Tambahan dari Lia
Lia said:
Kalau saya lihat, di hari-hari cerah, saya nggak yakin di situ ada cerobong asap. Dan benda itu tidak kelihatan ringan seperti awan hitam atau asap yang tertiup angin. Terbangnya juga bukan melayang seperti tertiup angin, tapi saya merasa benda itu punya berat. Karena itu semua orang yg melihat di tempat kejadian langsung berpikiran itu gantole, tetapi langsung menganulir karena makin ke atas dan tidak melayang. Terbangnya teratur. Benda yang paling jelas terbang ke atas, yg lainnya karena jauh dan awan tebal jadi menghilang aja lama-lama.
Itu datengnya tiba-tiba, kemungkinan muncul di sela-sela awan, karena sebelumnya kan kami foto di situ nggak ada apa-apa, pandangan kami juga belum berpaling ke mana-mana.. di imajinasi saya kayak kumpulan helikopter lagi patroli di perang vitekong gitu :D
Terima kasih om enigma sudah dipost :)
salam,
Lia
November 1, 2010 11:42 AM
Pada hari Jumat tanggal 22 oktober 2010, sekitar pukul 5 sore, Langit Jakarta terlihat gelap, memperlihatkan kalau sebentar lagi awan akan memuntahkan hujan yang sangat lebat. Saat itulah objek-objek misterius itu terlihat.
Ini bunyi emailnya:
Dear Om Enigma,
Saat kami sedang memotret-motret awan mendung dari tempat kerja, nggak sampai semenit, tiba-tiba muncul benda terbang. Dari kejauhan kami lihat (yang paling dekat) seperti gantole, ada sayap lancip dan semacam kaki-kaki. Tetapi yang lainnya cuma kelihatan seperti titik-titik. Kami hitung objek itu ada sekitar 7 buah.
Tetapi lama kelamaan (sekitar 2 menit) benda-benda itu bukannya turun, malah naik ke atas dan menghilang ditelan awan mendung. Logikanya kan kalau gantole pasti ke bawah. Lagi pula berani amat mereka main gantole saat petir jedar-jeder begitu. Di sekitarnya juga nggak ada helikopter ataupun pesawat, karena 1 menit sebelumnya nggak ada apa-apa di situ ketika kami memotret.
Perbandingan fotonya juga kami lampirkan. Kalau objek itu sesuatu yang dilepas dari bawah (balon) sepertinya tidak mungkin, soalnya sebelumnya juga kami nggak melihat objek itu terbang dari bawah ke atas.
Salah satu benda yang terlihat jelas itu kemudian menuju ke atas dan menghilang ditelan awan mendung. Benda lainnya (yang kami lihat seperti titik-titik) menjauh dan tidak terlihat lagi, apakah turun atau naik ke angkasa.
Note: Foto diambil dari ketinggian lantai 31, Menara Standard Chartered, Karet, Kuningan. Sedangkan foto tersebut mengarah ke daerah Jakarta Pusat, hari Jumat, 22 Oktober 2010, jam 5 sore.
Terima kasih, Salam, LiaMengenai objek ini, saya tidak punya kesimpulan pasti. Saya setuju dengan Lia kalau itu bukan gantole atau helikopter. Tidak ada yang mau terbang dalam kondisi cuaca buruk seperti itu. Saya rasa, objek itu juga bukan burung karena Lia pasti bisa membedakan antara burung dengan objek lain.
Bisa jadi objek-objek hitam tersebut sampah (seperti kantong plastik) yang terbawa angin. Namun, jika melihat pada ukuran objek tersebut dibandingkan dengan jarak pemotretan, maka sampah itu pastilah berukuran sangat besar sehingga membuatnya menjadi lebih tidak mungkin.
Lalu, bisa jadi objek-objek tersebut adalah balon yang beraneka bentuk. Jawaban ini cukup masuk akal. Kemungkinan lainnya adalah, objek tersebut adalah potongan awan hitam yang terbang. Namun, untuk yang satu ini, saya tidak bisa memastikannya.
Akan tetapi, ketika saya melihat objek itu (yang bagi saya terlihat seperti jamur atau ubur-ubur), saya segera teringat dengan postingan saya sebelumnya mengenai fenomena UFO Viborg. Di postingan itu, saya menulis mengenai objek seperti awan berbentuk ubur-ubur yang dipotret di Denmark pada tahun 1974.
Belakangan, diketahui kalau objek tersebut ternyata tercipta akibat pelepasan uap air dari sebuah pabrik.

Mungkinkah objek yang dipotret oleh Lia terbentuk dari pelepasan uap air?
Lokasi pemotretan objek tersebut, yaitu kuningan, Jakarta, adalah lokasi perkantoran yang dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi. Bisa saja, salah satu gedung tersebut memiliki instalasi yang melepaskan uap air ke angkasa sehingga membentuk objek-objek misterius tersebut. Tetapi sekali lagi, ini hanya sebuah teori yang tidak bisa saya buktikan.
Paling tidak, kita juga bisa menyebut objek-objek tersebut sebagai unidentified flying object.
Baca juga: Misteri fenomena ufo viborg.
Komentar Tambahan dari Lia
Lia said:
Kalau saya lihat, di hari-hari cerah, saya nggak yakin di situ ada cerobong asap. Dan benda itu tidak kelihatan ringan seperti awan hitam atau asap yang tertiup angin. Terbangnya juga bukan melayang seperti tertiup angin, tapi saya merasa benda itu punya berat. Karena itu semua orang yg melihat di tempat kejadian langsung berpikiran itu gantole, tetapi langsung menganulir karena makin ke atas dan tidak melayang. Terbangnya teratur. Benda yang paling jelas terbang ke atas, yg lainnya karena jauh dan awan tebal jadi menghilang aja lama-lama.
Itu datengnya tiba-tiba, kemungkinan muncul di sela-sela awan, karena sebelumnya kan kami foto di situ nggak ada apa-apa, pandangan kami juga belum berpaling ke mana-mana.. di imajinasi saya kayak kumpulan helikopter lagi patroli di perang vitekong gitu :D
Terima kasih om enigma sudah dipost :)
salam,
Lia
November 1, 2010 11:42 AM
Inbox: Cahaya-cahaya aneh terlihat di langit malam
Di bawah ini adalah foto-foto yang dikirim oleh M. Gen. Foto-foto ini menampakan cahaya-cahaya aneh berbentuk ular di langit malam.
Saya tidak memiliki penjelasan mengenai fenomena ini. Saya kira cukup menarik karena selain M. Gen, fenomena ini juga dilihat oleh orang lain pada waktu yang berbeda.
Foto-foto di bawah ini diambil pada tanggal 9 September 2010 pukul 18.32. Pada foto ini, kita bisa melihat adanya cahaya-cahaya kuning yang melayang di kejauhan. Ketika melihat cahaya-cahaya itu, mungkin kita akan menganggapnya sebagai balon atau lampion, namun, lihat foto berikutnya:

Cahaya tersebut ternyata tidak hanya berbentuk bola, melainkan juga berbentuk seperti ular atau tali.


Di bawah ini foto lokasi penampakan pada siang hari.

Seperti yang saya katakan di atas, penampakan ini ternyata bukan hanya dialami oleh M Gen. Cahaya-cahaya aneh ini muncul kembali dalam jumlah besar pada hari Minggu, 24 Oktober 2010, dan terlihat oleh banyak orang di wilayah Tangerang.
Joseph Chen dari Baltyra.com memforward link yang berisi foto-foto penampakan tersebut kepada saya. Ia berhasil mengabadikan objek-objek itu dengan sangat baik.


Dalam blognya, Joseph menulis:
Kalian bisa melihat foto-foto cahaya dengan bentuk-bentuk lainnya pada postingan Joseph di Baltyra.com. Klik disini.
Seperti yang saya katakan, saya tidak punya penjelasan mengenai fenomena ini. Untuk saat ini, saya tidak percaya kalau cahaya-cahaya itu berasal dari balon udara ataupun layang-layang karena balon atau layang-layang tidak akan bergerak mengalir secara teratur hingga 45-50 menit.
Tentu saja cahaya-cahaya tersebut juga tidak mirip dengan cahaya yang berasal pesawat komersil. Bisa saja cahaya itu berasal dari pesawat alien, tetapi saya tidak bisa memastikannya karena saya belum pernah melihat pesawat alien.
Bagaimana menurut kalian?
UPDATE 27 OKTOBER 2010 07:15 WIB
Objek tersebut ternyata tidak berbentuk ular. Dalam blognya, Joseph menyebutkan kalau objek itu berbentuk seperti titik. Saya sudah mengkonfirmasinya ke Joseph dan memang objek tersebut berbentuk titik seperti pada foto pertama dan kedua pada postingan ini. Jadi, bentuk ular tersebut hanya efek kamera. Dengan demikian, mungkin bisa mempermudah kita untuk menganalisanya.
Tambahan: Menurut berita yang beredar, cahaya-cahaya yang terlihat di foto-foto Joseph tersebut adalah 100 lampion yang dilepaskan dari sebuah vihara di BSD. Untuk konfirmasinya, tunggu update saya.
Thanks.
Saya tidak memiliki penjelasan mengenai fenomena ini. Saya kira cukup menarik karena selain M. Gen, fenomena ini juga dilihat oleh orang lain pada waktu yang berbeda.
Foto-foto di bawah ini diambil pada tanggal 9 September 2010 pukul 18.32. Pada foto ini, kita bisa melihat adanya cahaya-cahaya kuning yang melayang di kejauhan. Ketika melihat cahaya-cahaya itu, mungkin kita akan menganggapnya sebagai balon atau lampion, namun, lihat foto berikutnya:

Cahaya tersebut ternyata tidak hanya berbentuk bola, melainkan juga berbentuk seperti ular atau tali.

Di bawah ini foto lokasi penampakan pada siang hari.

Seperti yang saya katakan di atas, penampakan ini ternyata bukan hanya dialami oleh M Gen. Cahaya-cahaya aneh ini muncul kembali dalam jumlah besar pada hari Minggu, 24 Oktober 2010, dan terlihat oleh banyak orang di wilayah Tangerang.
Joseph Chen dari Baltyra.com memforward link yang berisi foto-foto penampakan tersebut kepada saya. Ia berhasil mengabadikan objek-objek itu dengan sangat baik.

Dalam blognya, Joseph menulis:
Hari Minggu yang baru lewat, 24 Oktober 2010, petang hari itu kami sekeluarga sedang bersiap-siap untuk doa lingkungan bersama. Doa lingkungan ini diadakan 9 hari berturut-turut untuk menghormati bulan Oktober, bulan Maria.Menurut Joseph, cahaya-cahaya misterius tersebut terus mengalir selama sekitar 45-50 menit hingga habis.
Waktu sedang menata ruang tengah, tiba-tiba kami dikejutkan seruan tetangga depan rumah kami untuk keluar. Di luar kami lihat beberapa orang menengadah ke langit memandangi sesuatu sambil menunjuk-nunjuk.
Waktu saya menengadah juga, terbelalaklah mata karena melihat barisan titik-titik warna merah-jingga-kekuningan berpendar melaju ke arah yang sama. Titik-titik aneh di langit malam tsb berbaris dan berjajar dalam posisi teratur. Dan makin heran waktu melihat titik-titik itu tidak ada habisnya mengalir datang dari satu arah dan melaju ke arah lain. Formasi tertentu, jarak yang teratur, dan keseragaman yang aneh.
Kalian bisa melihat foto-foto cahaya dengan bentuk-bentuk lainnya pada postingan Joseph di Baltyra.com. Klik disini.
Seperti yang saya katakan, saya tidak punya penjelasan mengenai fenomena ini. Untuk saat ini, saya tidak percaya kalau cahaya-cahaya itu berasal dari balon udara ataupun layang-layang karena balon atau layang-layang tidak akan bergerak mengalir secara teratur hingga 45-50 menit.
Tentu saja cahaya-cahaya tersebut juga tidak mirip dengan cahaya yang berasal pesawat komersil. Bisa saja cahaya itu berasal dari pesawat alien, tetapi saya tidak bisa memastikannya karena saya belum pernah melihat pesawat alien.
Bagaimana menurut kalian?
UPDATE 27 OKTOBER 2010 07:15 WIB
Objek tersebut ternyata tidak berbentuk ular. Dalam blognya, Joseph menyebutkan kalau objek itu berbentuk seperti titik. Saya sudah mengkonfirmasinya ke Joseph dan memang objek tersebut berbentuk titik seperti pada foto pertama dan kedua pada postingan ini. Jadi, bentuk ular tersebut hanya efek kamera. Dengan demikian, mungkin bisa mempermudah kita untuk menganalisanya.
Tambahan: Menurut berita yang beredar, cahaya-cahaya yang terlihat di foto-foto Joseph tersebut adalah 100 lampion yang dilepaskan dari sebuah vihara di BSD. Untuk konfirmasinya, tunggu update saya.
Thanks.
Inbox: Objek aneh di atas Jakarta tertangkap kamera astronot NASA
Di bawah ini adalah email dari Yohanes Gitoyo yang dikirim kepada blog enigma. Isinya mengenai objek aneh di atas Jakarta yang tertangkap oleh kamera para astronot NASA.
Ini bunyi emailnya:
"Kemarin saya browsing di: http://eol.jsc.nasa.gov. Disitu terdapat beberapa gambar image satelit diatas kota jakarta. Screenshootnya saya lampirkan. Apakah gambar ini adalah UFO? Minta tolong diselidiki untuk mengobati rasa penasaran saya. Terima kasih banyak."
Notes: jika kalian mengklik link yang saya sediakan di atas, kalian perlu mencentang "Show thumbnails if they are available" di atas daftar foto.
Apakah identitas objek yang terlihat di foto itu?
Sebelum kita membahas itu, mari kita lihat sekilas mengenai situs yang dimaksud oleh Yohanes.
Perlu diketahui, situs tersebut adalah situs milik NASA sendiri, yaitu: http://eol.jsc.nasa.gov/.
Huruf GOV di belakang situs menunjukkan kalau situs tersebut adalah milik pemerintah Amerika. Sedangkan huruf JSC pada alamat situs tersebut adalah singkatan dari Johnson Space Center, pangkalan milik NASA di Houston, Texas.
Judul situs tersebut adalah The Gateway to Astronaut Photography. Situs ini ternyata berisi kumpulan foto-foto yang diambil oleh para astronot dari stasiun luar angkasa ISS.
Nah, pada halaman web yang berisi daftar foto-foto wilayah Indonesia, kita hanya menemukan satu foto yang menunjukkan objek misterius tersebut. Dan foto ini adalah foto yang ditanyakan oleh Yohanes.

Jika kita klik foto tersebut, maka akan muncul halaman web yang berisi keterangan mengenainya. Anehnya, tidak ada penjelasan apapun dari NASA mengenai objek misterius tersebut. Entahkah mereka tidak peduli, atau hanya sekedar malas menjelaskan.
Berdasarkan keterangan yang menyertai foto ini, disebutkan kalau foto ini diambil di atas wilayah barat laut Jakarta. Di halaman web tersebut juga ditemukan file google earth (kml). Jika kita mendownload file tersebut dan menggunakan google earth untuk melihat lokasi yang sama, maka kita tidak akan menemukan objek tersebut.

Jadi, kita bisa menyimpulkan kalau objek tersebut hanya muncul pada foto yang berasal dari kamera astronot Internasional Space Station (ISS).
Sekarang kembali kepada pertanyaan Yohanes, apakah identitas objek yang tertangkap oleh kamera itu?
Ketika saya melihat foto itu, maka saya segera teringat dengan sebuah jamur. Mungkinkah objek itu sebuah jamur super jenis baru yang bisa terbang melayang di ruang angkasa? Atau mungkinkah objek itu sebuah pesawat alien berbentuk jamur yang sedang mengawasi kota Jakarta?
Saya tidak yakin soal ini.
Saya juga tidak yakin kalau objek itu muncul akibat kerusakan kamera.
Namun, saya akui, saya tidak memiliki jawaban yang pasti.
Satu hal yang segera menarik perhatian saya adalah kondisi objek tersebut yang kabur (blur). Ciri-ciri ini menunjukkan kalau objek tersebut berada sangat dekat dengan kamera, bahkan mungkin persis di hadapan kamera. Kalian yang suka dengan fotografi pasti memiliki pendapat yang sama dengan saya.
Tetapi, saya punya ide yang lebih baik dibandingkan hanya sekedar berspekulasi. Saya memutuskan untuk langsung bertanya kepada NASA. Kemudian saya mengirim sebuah email kepada Johnson Space Center di jsc-earthweb@mail.nasa.gov. Saya menanyakan identitas objek tersebut.
Kurang dari 24 jam kemudian, saya mendapat email balasan dari mereka (very good public relation). Ini bunyi email jawabannya:



Awalnya, saya mengira kalau foto-foto bumi itu diambil dengan kamera super canggih yang terpasang pada ISS. Namun, ternyata para astronot mengambil foto ini dengan manual menggunakan kamera biasa (dalam kasus foto kita, mereka menggunakan Nikon D2Xs). Ini yang dimaksud oleh email NASA ketika ia mengatakan kalau objek tersebut berasal dari kabin para astronot. Ternyata para astronot memang memotret dari kabin mereka.
Lihat, tubuh mereka melayang ketika sedang memotret.

Jadi, kemungkinan sebuah benda dari kabin itu melayang dan masuk ke dalam jangkauan kamera ketika foto diambil. Cukup masuk akal.
Lagipula, kalau objek tersebut adalah pesawat alien yang tertangkap kamera, bukankah NASA akan memphotoshop foto tersebut terlebih dahulu sebelum dipajang di situs mereka? (Just kidding).
Mungkin yang bisa menjawab identitas objek tersebut hanya astronot yang mengambil foto itu. Tetapi paling tidak objek itu bukan sebuah misteri lagi. Bagi saya, satu-satunya misterinya adalah ketidakpedulian NASA dengan memasang foto "rusak" itu di situs mereka.
Ini bunyi emailnya:
"Kemarin saya browsing di: http://eol.jsc.nasa.gov. Disitu terdapat beberapa gambar image satelit diatas kota jakarta. Screenshootnya saya lampirkan. Apakah gambar ini adalah UFO? Minta tolong diselidiki untuk mengobati rasa penasaran saya. Terima kasih banyak."
Notes: jika kalian mengklik link yang saya sediakan di atas, kalian perlu mencentang "Show thumbnails if they are available" di atas daftar foto.
Apakah identitas objek yang terlihat di foto itu?
Sebelum kita membahas itu, mari kita lihat sekilas mengenai situs yang dimaksud oleh Yohanes.
Perlu diketahui, situs tersebut adalah situs milik NASA sendiri, yaitu: http://eol.jsc.nasa.gov/.
Huruf GOV di belakang situs menunjukkan kalau situs tersebut adalah milik pemerintah Amerika. Sedangkan huruf JSC pada alamat situs tersebut adalah singkatan dari Johnson Space Center, pangkalan milik NASA di Houston, Texas.
Judul situs tersebut adalah The Gateway to Astronaut Photography. Situs ini ternyata berisi kumpulan foto-foto yang diambil oleh para astronot dari stasiun luar angkasa ISS.
Nah, pada halaman web yang berisi daftar foto-foto wilayah Indonesia, kita hanya menemukan satu foto yang menunjukkan objek misterius tersebut. Dan foto ini adalah foto yang ditanyakan oleh Yohanes.
Jika kita klik foto tersebut, maka akan muncul halaman web yang berisi keterangan mengenainya. Anehnya, tidak ada penjelasan apapun dari NASA mengenai objek misterius tersebut. Entahkah mereka tidak peduli, atau hanya sekedar malas menjelaskan.
Berdasarkan keterangan yang menyertai foto ini, disebutkan kalau foto ini diambil di atas wilayah barat laut Jakarta. Di halaman web tersebut juga ditemukan file google earth (kml). Jika kita mendownload file tersebut dan menggunakan google earth untuk melihat lokasi yang sama, maka kita tidak akan menemukan objek tersebut.
Jadi, kita bisa menyimpulkan kalau objek tersebut hanya muncul pada foto yang berasal dari kamera astronot Internasional Space Station (ISS).
Sekarang kembali kepada pertanyaan Yohanes, apakah identitas objek yang tertangkap oleh kamera itu?
Ketika saya melihat foto itu, maka saya segera teringat dengan sebuah jamur. Mungkinkah objek itu sebuah jamur super jenis baru yang bisa terbang melayang di ruang angkasa? Atau mungkinkah objek itu sebuah pesawat alien berbentuk jamur yang sedang mengawasi kota Jakarta?
Saya tidak yakin soal ini.
Saya juga tidak yakin kalau objek itu muncul akibat kerusakan kamera.
Namun, saya akui, saya tidak memiliki jawaban yang pasti.
Satu hal yang segera menarik perhatian saya adalah kondisi objek tersebut yang kabur (blur). Ciri-ciri ini menunjukkan kalau objek tersebut berada sangat dekat dengan kamera, bahkan mungkin persis di hadapan kamera. Kalian yang suka dengan fotografi pasti memiliki pendapat yang sama dengan saya.
Tetapi, saya punya ide yang lebih baik dibandingkan hanya sekedar berspekulasi. Saya memutuskan untuk langsung bertanya kepada NASA. Kemudian saya mengirim sebuah email kepada Johnson Space Center di jsc-earthweb@mail.nasa.gov. Saya menanyakan identitas objek tersebut.
Kurang dari 24 jam kemudian, saya mendapat email balasan dari mereka (very good public relation). Ini bunyi email jawabannya:
Thank you for your message. The blurred object is something in the ISS crew cabin - unfortunately, I can't tell what it might be - that happened to be in the field of view when the image was taken. The situation is much like a photographer's finger accidentally moving across the camera lens when a picture is taken, leaving a blurry object in the frame. Thank you for your interest in astronaut photography of Earth!Terjemahannya kurang lebih seperti ini:
Earthweb
The Gateway to Astronaut Photography of Earth
NASA Johnson Space Center
http://eol.jsc.nasa.gov
Terima kasih untuk pesanmu. Objek kabur itu adalah sesuatu yang ada di dalam kabin kru ISS - Sayangnya, saya tidak tahu objek apa itu. Ini (tertangkapnya objek itu) bisa terjadi karena objek itu masuk ke dalam jangkauan kamera ketika citra itu diambil. Situasinya kurang lebih sama seperti jari seorang fotografer yang tanpa sengaja bergerak melewati lensa kamera ketika sebuah foto diambil sehingga menyebabkan adanya objek kabur di dalam foto.Sebenarnya ini bukan jawaban yang saya harapkan. Tetapi jawaban ini cukup masuk akal. Coba lihat bagaimana para astronot mengambil foto tersebut (foto-foto ini ada di situs mereka):
Terima kasih untuk ketertarikanmu atas astronaut photography of earth.
Awalnya, saya mengira kalau foto-foto bumi itu diambil dengan kamera super canggih yang terpasang pada ISS. Namun, ternyata para astronot mengambil foto ini dengan manual menggunakan kamera biasa (dalam kasus foto kita, mereka menggunakan Nikon D2Xs). Ini yang dimaksud oleh email NASA ketika ia mengatakan kalau objek tersebut berasal dari kabin para astronot. Ternyata para astronot memang memotret dari kabin mereka.
Lihat, tubuh mereka melayang ketika sedang memotret.
Jadi, kemungkinan sebuah benda dari kabin itu melayang dan masuk ke dalam jangkauan kamera ketika foto diambil. Cukup masuk akal.
Lagipula, kalau objek tersebut adalah pesawat alien yang tertangkap kamera, bukankah NASA akan memphotoshop foto tersebut terlebih dahulu sebelum dipajang di situs mereka? (Just kidding).
Mungkin yang bisa menjawab identitas objek tersebut hanya astronot yang mengambil foto itu. Tetapi paling tidak objek itu bukan sebuah misteri lagi. Bagi saya, satu-satunya misterinya adalah ketidakpedulian NASA dengan memasang foto "rusak" itu di situs mereka.
Inbox: Struktur misterius berbentuk labu erlenmeyer di Karawang terlihat dari Google Earth
Struktur apa itu yang terlihat dari Google Earth di Karawang?
Salah satu cara tercepat untuk memecahkan sebuah misteri adalah bertanya kepada mereka yang sudah mengetahui jawabannya. Karena itu, kali ini saya akan meminta bantuan para pembaca untuk memecahkan misteri ini.
Kasus ini dikirim oleh seorang pembaca enigma mengenai sebuah struktur aneh yang terlihat dari Google Earth di Karawang. Saya mencari-cari informasi mengenainya di internet dan sepertinya tidak ada yang pernah menyinggung mengenai struktur unik ini. Jadi, mungkin di antara pembaca ada yang mengetahui jawabannya.
Pertama-tama, dari Google Earth, mari kita lihat koordinat 6�21'58.20"S 107�10'23.37"E.
Kita menemukan sebuah struktur berbentuk Pentagon.

Amazing! Mungkin kalian belum pernah melihat struktur ini ada di Indonesia. Tetapi, misterinya bukan ini. Struktur Pentagon ini adalah kompleks Pemerintahan Daerah Bekasi. Saya menampilkannya karena mungkin di antara kalian ada yang belum mengetahui soal ini (just intermezzo).
Sekarang baru kita masuk ke misteri yang dikirim oleh pembaca.
Di sebelah tenggara Pentagon Bekasi ini, tepatnya di koordinat 6�23'38.15"S 107�13'54.24"E, ada sebuah struktur lain yang juga unik.

Sebentar, saya perbesar terlebih dahulu.

Untuk lebih jelasnya, saya putar arahnya 45 derajat searah jarum jam supaya struktur ini berdiri tegak lurus.

Kita mendapatkan sebuah struktur berbentuk botol kecap atau labu erlenmeyer (sejenis botol/gelas kimia yang biasa digunakan di laboratorium) yang sangat rapi, terlalu rapi sehingga rasanya tidak mungkin struktur itu terbentuk dengan tidak sengaja.
Di atas mulut gelas terdapat daerah berwarna coklat (tanah) yang mirip sekali dengan bentuk kobaran api obor. Jika digabungkan, maka struktur ini terlihat seperti sebuah labu erlenmeyer yang sedang mengeluarkan api.
Tinggi (panjang) gelas ini dari mulut ke dasar adalah 0,65 kilometer. Di bagian dasarnya, terlihat adanya struktur aneh berbentuk mangkuk terbalik berwarna putih.
Saya yakin, kalian yang tinggal di wilayah itu akan dengan mudah mengidentifikasinya.
Sebagai informasi tambahan, Struktur gelas tersebut terletak di kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang. Di dekat mulut tabung tersebut, terdapat bendungan Cibeet yang jaraknya hanya sekitar 0,5 kilometer dan di dekat situ ada kantor desa Pasircongcot.
Jarak struktur ini dari Jalan Raya Pangkalan hanya sekitar 150 meter. Sedangkan jaraknya dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek sekitar 4 kilometer.
Di sebelah timur laut struktur ini, terdapat pemakaman mewah San Diego Hills yang berjarak sekitar 2 kilometer. Di dekat Pemakaman San Diego Hills, terdapat kompleks pabrik Sharp Semiconductor dan Panasonic. Di wilayah itu juga terdapat PT. Pabrik Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS).
Nah, sekarang pertanyaannya adalah, struktur apakah yang membentuk gelas itu? Jalan raya? Atau yang lain?
Adakah yang bisa memberikan informasi?
UPDATE - 22 Mei 2011
Setelah lebih dari 9 bulan, akhirnya kita berhasil memecahkan misteri struktur berbentuk labu Erlenmeyer ini. Terima kasih untuk Bocah Petualang yang telah mengunjungi langsung lokasi tersebut sehingga bisa memberikan kepada kita jawaban yang pasti.
Saya kutip komentar Bocah Petualang di postingan ini (Komentar no.144):
"Yang berbentuk tabung itu ternyata kompleks pemakaman swasta "Taman Pemakaman TAMAN MEMORIAL GRAHA SENTOSA". Bentuk 'tabung' adalah kepercayaan fengshui, coba di google, banyak iklan pemakaman diatas. Sayang waktu kesana penjagaan cukup ketat, saya tidak diperbolehkan masuk. Hanya berhasil memotret pintu gerbangnya saja. Silahkan refer ke http://www.panoramio.com/photo/53046712. Salam - Bocah Petualang"
Ini foto pintu gerbang yang diambil oleh bocah petualang:
Tentu saja foto pintu gerbang ini tidak cukup untuk mengkonfirmasi kalau struktur misterius tersebut adalah kompleks pemakaman ini. Namun jika kita masuk ke website resmi pemakaman tersebut, maka tidak diragukan lagi kalau struktur berbentuk labu Erlenmeyer itu memang kompleks pemakaman Taman Memorial Graha Sentosa.
Ini screenshot dari website resmi mereka: www.tmgs.co.id. Pada menu location, kita akan menemukan sebuah peta lokasi pemakaman.
Lihat di bagian bawah peta yang berwarna hijau. Kita bisa melihat struktur berbentuk labu erlenmeyer.
Jadi misteri ini sudah terpecahkan.
Kompleks pemakaman ini sendiri dibangun pada tahun 2003 dan memang dibuat dengan menggunakan kaidah Feng Shui yang dipandu oleh Grand Master Yap Cheng Hai. Mungkin inilah sebabnya struktur ini dibuat menyerupai labu Erlenmeyer.

Terima kasih untuk Bocah Petualang.
Salah satu cara tercepat untuk memecahkan sebuah misteri adalah bertanya kepada mereka yang sudah mengetahui jawabannya. Karena itu, kali ini saya akan meminta bantuan para pembaca untuk memecahkan misteri ini.
Kasus ini dikirim oleh seorang pembaca enigma mengenai sebuah struktur aneh yang terlihat dari Google Earth di Karawang. Saya mencari-cari informasi mengenainya di internet dan sepertinya tidak ada yang pernah menyinggung mengenai struktur unik ini. Jadi, mungkin di antara pembaca ada yang mengetahui jawabannya.
Pertama-tama, dari Google Earth, mari kita lihat koordinat 6�21'58.20"S 107�10'23.37"E.
Kita menemukan sebuah struktur berbentuk Pentagon.
Amazing! Mungkin kalian belum pernah melihat struktur ini ada di Indonesia. Tetapi, misterinya bukan ini. Struktur Pentagon ini adalah kompleks Pemerintahan Daerah Bekasi. Saya menampilkannya karena mungkin di antara kalian ada yang belum mengetahui soal ini (just intermezzo).
Sekarang baru kita masuk ke misteri yang dikirim oleh pembaca.
Di sebelah tenggara Pentagon Bekasi ini, tepatnya di koordinat 6�23'38.15"S 107�13'54.24"E, ada sebuah struktur lain yang juga unik.
Sebentar, saya perbesar terlebih dahulu.
Untuk lebih jelasnya, saya putar arahnya 45 derajat searah jarum jam supaya struktur ini berdiri tegak lurus.
Kita mendapatkan sebuah struktur berbentuk botol kecap atau labu erlenmeyer (sejenis botol/gelas kimia yang biasa digunakan di laboratorium) yang sangat rapi, terlalu rapi sehingga rasanya tidak mungkin struktur itu terbentuk dengan tidak sengaja.
Di atas mulut gelas terdapat daerah berwarna coklat (tanah) yang mirip sekali dengan bentuk kobaran api obor. Jika digabungkan, maka struktur ini terlihat seperti sebuah labu erlenmeyer yang sedang mengeluarkan api.
Tinggi (panjang) gelas ini dari mulut ke dasar adalah 0,65 kilometer. Di bagian dasarnya, terlihat adanya struktur aneh berbentuk mangkuk terbalik berwarna putih.
Saya yakin, kalian yang tinggal di wilayah itu akan dengan mudah mengidentifikasinya.
Jarak struktur ini dari Jalan Raya Pangkalan hanya sekitar 150 meter. Sedangkan jaraknya dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek sekitar 4 kilometer.
Di sebelah timur laut struktur ini, terdapat pemakaman mewah San Diego Hills yang berjarak sekitar 2 kilometer. Di dekat Pemakaman San Diego Hills, terdapat kompleks pabrik Sharp Semiconductor dan Panasonic. Di wilayah itu juga terdapat PT. Pabrik Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS).
Nah, sekarang pertanyaannya adalah, struktur apakah yang membentuk gelas itu? Jalan raya? Atau yang lain?
Adakah yang bisa memberikan informasi?
UPDATE - 22 Mei 2011
Setelah lebih dari 9 bulan, akhirnya kita berhasil memecahkan misteri struktur berbentuk labu Erlenmeyer ini. Terima kasih untuk Bocah Petualang yang telah mengunjungi langsung lokasi tersebut sehingga bisa memberikan kepada kita jawaban yang pasti.
Saya kutip komentar Bocah Petualang di postingan ini (Komentar no.144):
"Yang berbentuk tabung itu ternyata kompleks pemakaman swasta "Taman Pemakaman TAMAN MEMORIAL GRAHA SENTOSA". Bentuk 'tabung' adalah kepercayaan fengshui, coba di google, banyak iklan pemakaman diatas. Sayang waktu kesana penjagaan cukup ketat, saya tidak diperbolehkan masuk. Hanya berhasil memotret pintu gerbangnya saja. Silahkan refer ke http://www.panoramio.com/photo/53046712. Salam - Bocah Petualang"
Ini foto pintu gerbang yang diambil oleh bocah petualang:
Tentu saja foto pintu gerbang ini tidak cukup untuk mengkonfirmasi kalau struktur misterius tersebut adalah kompleks pemakaman ini. Namun jika kita masuk ke website resmi pemakaman tersebut, maka tidak diragukan lagi kalau struktur berbentuk labu Erlenmeyer itu memang kompleks pemakaman Taman Memorial Graha Sentosa.Ini screenshot dari website resmi mereka: www.tmgs.co.id. Pada menu location, kita akan menemukan sebuah peta lokasi pemakaman.
Lihat di bagian bawah peta yang berwarna hijau. Kita bisa melihat struktur berbentuk labu erlenmeyer.
Jadi misteri ini sudah terpecahkan.Kompleks pemakaman ini sendiri dibangun pada tahun 2003 dan memang dibuat dengan menggunakan kaidah Feng Shui yang dipandu oleh Grand Master Yap Cheng Hai. Mungkin inilah sebabnya struktur ini dibuat menyerupai labu Erlenmeyer.

Terima kasih untuk Bocah Petualang.
Langganan:
Komentar
(
Atom
)
Mengenai Saya
Arsip Blog
-
▼
2017
(43)
-
▼
Februari
(20)
- Sejarah Google : Dari Garasi Menjadi Kantor Google...
- Trik Menambah Earning LuckyCash
- Instagram Story Auto Viewers
- HOW TO BYPASS Deceptive site ahead
- [ VIDEO ] Tawuran Memakan Korban Jiwa, Hacker Ini ...
- NO BACOT NO LAMMER, WEBSITE KPU BENAR BENAR DIRETAS
- Aplikasi Simulasi Ujian Nasional CBT UNBK 2017
- Cara Menggunakan Wallpaper Engine PC / Leptop
- Script Auto Create OA Line | Mass Create OA Line
- Begini Cara Sukses Berjualan Di Instagram
- Script Random Number Generator Website
- Auto Create Instagram Account with Python
- Cara Ampuh Supaya Memiliki Pelanggan Tetap
- Jurus Jitu Untuk Meningkatkan Omset Bisnis Anda
- Cara Verifikasi Paypal Dengan VCC Termurah $0.5
- Kompetisi Membuat BOT Line Berhadiah Rp800.000.000...
- Cara Mendownload Video Zenius.net
- Exploit WordPress 4.7.0 - 4.7.1 Content Injection
- Cara Menggunakan Email Sementara ( Free Temporary ...
- Cara Mendapatkan Pulsa Gratis Tanpa Mengeluarkan U...
-
▼
Februari
(20)